Rabu, 28 Juli 2010

The Saboteur


Well Guys, pada kesempatan kali ini saya akan membahas game action/adventure (third person shooter) yang sempat gempar di kalangan pcgamer.... Bagaimana pendapat anda apabila game Grand Theft Auto Series menceritakan tentang seorang pahlawan pemberontak yang melawan penjajahan Nazi di kota Paris? Mungkin itulah yang bisa kita bayangkan saat memainkan game terakhir buatan Pandemic Studio. Namun, Pertanyaan Utamanya adalah apakah The Saboteur ini akan berhasil menyamai kesuksesan Grand Theft Auto series? Kita simak review singkat yang berikut ini...



Storyline:

The Saboteur mengambil setting waktu World War II, dimana saat itu pasukan Nazi sedang menguasai salah satu kota yang paling romantis di dunia, yaitu Paris. Game ini sendiri akan dimulai beberapa saat sebelum Nazi mulai bergerak, dimana suasana masih masih damai. Gamer akan berperan sebagai seorang karakter keturanan Irlandia bernama Sean Devlin, yang sangat hobi melakukan balap mobil, peminum keras dan sedikit bertipe "womanizer".

Pada suatu saat, Sean berencana untuk mengikuti suatu event racing bersama dengan sahabat karibnya yang bernama Jules Rousseau. Mereka juga ditemani oleh Vittore Morini, manajer mereka yang bijaksana dan juga Veronique, adik perempuan dari Jules. Mereka berempat kemudian membentuk team racing bernama Team Morini, dan kemudian bersama-sama berangkat untuk mengikuti suatu perlombaan balap mobil di Jerman


Setibanya di Negara tersebut, mereka justru bertemu dengan Kurt Dieker, salah satu racer saingan mereka, pertemuan mereka di suatu hotel itu justru berujung pada perkelahian antara kedua belah pihak. Karena kewalahan menghadapi jumlah musuh yang lebih banyak, akhirnya Sean dan Jules harus melarikan diri, pada saat itulah mereka bertemu dengan salah seorang teman wanita Sean bernama Skylar, yang akhirnya membantu mereka melarikan diri. Entah karena rasa terima kasih, atau karena suasana Paris yang romantis, atau mungkin karena sikap womanizernya, Sean yang awalnya tertarik pada Veronique, justru menghabiskan malam bersama dengan Skylar.

Permasalahan utama dimulai keesokan harinya, ketika Sean mengikuti even racing tersebut. Sean yang unggul akhirnya harus kalah karena Kurt Dieker menembak ban mobil milik Sean. Merasa dicurangi, Sean dan Jules ingin membalas dendam terhadap Dieker. Tanpa meperdulikan nasehat yang lain, mereka berdua nekad menerobos ke markas Dieker dan akhirnya tertangkap. Walupun akhirnya Sean berhasil melarikan diri, namun Jules akhirnya meninggal di tempat tersebut.

Berhasil melarikan diri, Sean justru melihat bahwa Nazi sudah memulai invansinya, oleh karena itu anggota Team Morini yang tersisa akhirnya melarikan diri ke Paris. Disanalah Sean bertemu dengan Luc, seorang pemimpin dari pasukan pemberontak terhadap Nazi. Akhirnya Sean bergabung dengan Luc, untuk mengusir Nazi dari Paris, sekeligus membalas kematian sahabat karibnya.
Storyline dalam The Saboteur ini sendiri sebenarnya cukup menjanjikan, dengan menawarkan kisah seorang pahlawan yang bergabung dengan pihak pemberontak untuk membalas dendam kematian sahabatnya. Namun sayang sekali kisah dalam game ini kurang digambarkan dengan baik. Beberapa adegan tidak cukup membuat gamer untuk merasakan kisah cerita dalam game ini, yang sebenarnya cukup "tragis". Seperti Veronique, yang walaupun tampak sedih dengan kematian kakaknya, tampak pulij cukup cepat, demikian juga dengan Sean, yang sepertinya mampu menghilangkan kekecewaan dengan menghabiskan waktu ditemani beberapa wanita dan whiskey. Ikatan emosional yang seharusnya dapat menjadi keungulan dari game ini tampak sedikit kurang dipoles dengan baik. Sean akhirnya terkesan hanya sebagai karakter prajurit bayaran biasa yang mengikuti perintah atasannya.

Overall, ini adalah salah satu game yang harus dimaenin para pcgamers sejati di rumah. Walaupun sistem permainannya sama seperti Grand Theft Auto Series, tetapi apa salahnya kita mencoba sesuatu dengan tema yang baru...

REQUIRED SYSTEM SPECIFICATIONS:

OS: Windows XP SP3, Windows Vista SP1, Windows 7
CPU: Core 2 Dual Core 2.4GHz or AMD equivalent
RAM: 2GB or more
DISC DRIVE: Dual Layer 1x or faster DVD Drive
Hard Drive: At least 7GB of free space
Video: Nvidia Geforce 7800 GTX with 256MB of VRAM or ATI Radeon HD 2600 Pro with 256MB of VRAM
Sound: Direct X 9.0c compatible sound card

Suggested Configuration:

OS: Windows XP - SP3 or Windows Vista - SP1
Processor: Quad Core running at 2.8 GHz or equivalent
Memory : 2 GB RAM (Windows XP) or 3 GB RAM (Windows Vista/7)
GPU: nVidia 8800 GT graphics card
VRAM: 512 MB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar